Cetak Sejarah Cabor Terbanyak, Porprov Sumbar 2026 Resmi Dibuka Usai Vakum 8 Tahun

SakaNews.id, PADANG — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Barat (Sumbar) akhirnya kembali bergulir. Setelah sempat mati suri selama delapan tahun, ajang olahraga terbesar di Ranah Minang ini resmi dibuka pada Jumat (2/10/2026) malam.
Pembukaan ditandai dengan pembakaran obor utama yang telah dikirab dari kawasan bersejarah Pariangan menuju Kota Padang.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya antusiasme masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap pergelaran ini berjalan lancar hingga selesai.

“Kita melihat bagaimana begitu tingginya harapan mereka terhadap kegiatan ini. Tentu hal ini sangat menggembirakan,” ujar Mahyeldi saat memberikan sambutan.

Dongkrak Ekonomi Pascabencana

Berbeda dengan edisi terdahulu, pelaksanaan Porprov Sumbar 2026 kali ini disebar di 12 kabupaten dan kota yang bertindak sebagai pelaksana cabang olahraga (cabor). Gubernur menjelaskan bahwa strategi penyebaran lokasi pertandingan ini sengaja dilakukan untuk memicu geliat ekonomi di daerah.

“Usai dampak bencana banjir dan longsor, tekanan ekonomi kita cukup berat. Mudah-mudahan dengan adanya Porprov yang tersebar ini bisa menggerakkan ekonomi di daerah-daerah pelaksanaan,” tambah Mahyeldi.

Jembatan Menuju PON 2028

Selain menjadi pesta olahraga daerah, Porprov 2026 diproyeksikan sebagai pintu gerbang utama untuk menyaring atlet-atlet potensial menuju PON NTB-NTT yang akan datang. Melalui ajang yang digelar lebih awal ini, Sumbar memiliki waktu pembinaan yang lebih panjang demi mendulang prestasi yang lebih baik di tingkat nasional.

Rekor Cabor Terbanyak se-Indonesia

Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, mengungkapkan bahwa Porprov tahun ini menorehkan catatan sejarah baru. Diikuti oleh kontingen dari 19 kabupaten/kota se-Sumbar, ajang ini mempertandingkan total 53 cabang olahraga.

Angka tersebut menjadikan Porprov Sumbar 2026 sebagai pelaksana pekan olahraga provinsi dengan jumlah cabor terbanyak di Indonesia. KONI menekankan pentingnya penguatan regulasi, evaluasi, serta kebersamaan agar kompetisi berjalan adil. “Kalah menang itu biasa dalam pertandingan, namun yang paling terpenting adalah prestasi dan menjunjung tinggi sportifitas,” pungkas Hamdanus. (Abdi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *